Kalender Liturgi

Tampilkan postingan dengan label Program. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Program. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Februari 2014

KBG dan Kelompok Kategorial Menjadi Fokus



Lite, BlogOMKL. Untuk memproyeksikan kegiatan dalam satu tahun ke depan, Dewan Pastoral Paroki (DPP) Lite akan memfokuskan pemberdayaan KBG dan kelompok Kategorial. Hal ini terungkap dalam kegiatan pleno paroki yang berlangsung pada Minggu (23/2) kemarin.
Terkait pemberdayaan KBG, DPP memprogramkan pertemuan rutin Anggota KBG berupa doa, arisan, makan bersama dan evaluasi kegiatan, sosialisasi fungsi dari DPP, DPS, dan pengurus KBG, pelatihan kepemimpinan dan pendampingan pengurus, serta anggota KBG dengan metode ASIPA, katekese sakramen-sakramen gereja, ibadat KBG, perayaan Ekaristi KBG, rekoleksi komunitas territorial dan kategorial, dialog dengan pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, sosialisasi bahaya miras, narkotik, HIV dan AIDS, bakti sosial karitatif dan aksi hari raya, pembentukan dan pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama, dan kerjasama dengan instansi terkait untuk penguatan modal dan ketrampilan.
Sementara untuk kelompok Kategorial, DPP memprogramkan pendataan dan pembentukan kelompok kategorial, pastoral sekolah, rekoleksi para guru katolik, pelatihan kepemimpinan, rekoleksi untuk para awam birokrat, dialog interaktif antara hierarki dan kaum awam birokrat, pengumuman ajaran gereja, serta sosialisasi KHK, aturan gereja dan kebijakan pastoral.
Terkait kelompok kategorial, di paroki lite sendiri mempunyai sejunlah kelompok kategorial di antaranya PISAL (Tingkat Paroki), St. Anna (Tingkat Dekenat), Legio Maria, Pasukris, serta OMK dan Sekami. (smpt)

Jumat, 17 Januari 2014

Natal Bersama


Gambar: Henri Daros

Lite, BlogOMKL. Tiba di rumah masing2 pada Minggu sore, keropon2 dan kebarek2 separoki Lite pasti langsung istirahat panjang. Kelelahan. Eh memangnya kenapa? Yang belum tau, diberitahu nih: sepanjang hari tadi ada gathering perayaan natal di Niwak.
Bikin apa saja di sana?
Banyak. Dari misa di pagi hari hingga ‘dolo-dolo’ dan ‘liang namang’ di sore hari. Hmmm meski sederhana, so pasti tetap rame dan meriah. Jadi ketika turun dari bus kayu petang harinya di kampung masing-masing, jangan heran kalau semua mesti buru-buru mandi dan istirahat. Buat bapak-bapak, mama-mama, mohon jangan diganggu dulu, kami sedang capai!

Gema Natal
Ya, sesuai rencana, akhirnya natalan bersama OMK Lite telah berlangsung kemarin pas hari Minggu (11/01). Ratusan anggota OMK dari enam wilayah: Baya, Kokotobo, Lewobele, Lite Kenotan (Likot), Nubalema, dan Horowura tumpah ruah di gereja stasi Niwak. Sontak, stasi Niwak yang sehari-harinya diliputi kedamaian ala desa kini menjadi riuh oleh suara muda mudi.
Dalam rencana panitia, misa dijadwalkan berlangsung pukul 09.00. Nyatanya sedikit diundur mengingat jangkauan kehadiran peserta yang mencapai stasi Lamawolo dan Lewohele di Adonara Barat. Dengan misa yang dipersembahkan langsung oleh Romo moderator Flumen K Wolin, tema perayaan sangat pas untuk permenungan panjang: ‘Quo Vadis OMK Paroki Lite’. Missa dimeriahkan dengan koor yang dilantunkan teman2 OMK wilayah Kokotobo dan Nubalema.

Semarak Budaya Lamaholot
Sehabis ekaristi, berlangsung acara ramah-tamah dipandu host terbaik Lite, Ama Lorens Atlan. Acara demi acara berlangung serius, tetapi tidak meninggalkan kesan seru.
Di sela-sela sambutan bapak-bapak undangan diselipkan pementasan hiburan. Ada ‘liang namang’ dari OMK Kokotobo, di mana dari hadirin juga banyak yang bergabung. Ada tari ‘gawe au’ alias gaba-gaba dari wilayah Baya di mana banyak penonton yang rela berdiri di atas kursi demi bisa menonton. Ada  tari ‘Peni Masan Dai’ dari stasi Niwak yang diakhiri tepuk tangan panjang.  Vokal terbaik juga dipersembahkan oleh Yolan Kueh dan Ibu Bibi dalam lagu-lagu natal alias Xmas Carol, didukung teman2 dari OMK Baya, Likot serta Horowura yang tidak kalah unjuk dengan Vokal group-nya. Rangkaian acara berlangsung di ruang kelas SDK Niwak.

Kaum Muda Nyatanya Punya Bakat
Tanggapan baik muncul dari kalangan pemerintah, dalam hal ini diwakili Pak Sekdes Hoko Horowura. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi bakat anak muda dan menyebutnya sebagai ‘aset paroki Lite’.
Dikatakannya bahwa sebagai kelompok, kegiatan OMK mesti terarah, tidak hanya untuk kegiatan gereja, tetapi juga di bidang lain. Seperti misalnya di kalangan pemerintahan ada karang taruna, di mana kaum muda diorganisir. Hal ini akan mampu memunculkan bakat orang muda yang begitu banyak. Ia pun meminta pihak gereja untuk berkoordinasi dengan pemerintah bila perlu. Ditekankan pula kepada kaum muda bahwa OMK mesti mempunyai jatidiri yang positif. Tidak hanya cuma nama saja yang OMK tetapi ciri khas kekatolikan juga mesti tampak.

Kebutuhan untuk berkelompok
Penegasan untuk menjadikan keberadaan kelompok sebagai sebuah kebutuhan datang dari Ketua DPP Paroki. Menurut Ketua DPP, nenek moyang Lamaholot dari jaman dulu sudah membentuk kelompok. Dari kelompok kecil akhirnya membentuk ‘suku’ dan kemudian ‘lewo’.
OMK adalah salah satu implementasi dari kebutuhan akan hidup berkelompok. Di wadah OMK, setiap anggota bisa berlatih bagaimana bekerjasama dari kelompok yang kecil, hingga kemudian ke kelompok yang lebih besar.
Beliau kemudian mengutip materi evaluasi dan refleksi program Keuskupan Larantuka yang berlangsung dua tahun sebelumnya. Menurutnya, evaluasi dimaksud telah menyebut orang muda sebagai pihak yang kurang aktif, bukan saja di kehidupan beragama, tetapi juga dalam hal lain.
Acara ditutup oleh sambutan Romo Flumen yang menekankan tentang pentingnya orang muda aktif dalam berorganisasi.

Acara Bebas Terpimpin
Selepas bung host Lorens Atlan menutup acara resmi, acara bebas dibuka. Pertama diawali dengan goyang ala ‘Gemu Famire’, istilah Don Kopong dari seksi usaha dana tentang goyang ja’i kreasi terbaru.
Lalu, acara wajibnya adalah ‘dolo-dolo’ yang khas orang muda. Dengan tag utama ‘tega cinta nona yang manis’, pantun pantun pun saling dilemparkan dari no ke nona dan kemudian no lagi.
Lempar melempar pantun kemudian diselingi lagi dengan ‘liang namang’. Meski dengan gerakan yang cukup sulit, jenis tari sole yang ini sudah dilatih baik oleh teman-teman dari OMK Kokotobo sehingga bisa membantu teman-teman lain yang ikut serta. Jadi, meski semua peserta adalah kaum muda, acara tetap berlangsung seru hingga petang menjemput. Saatnya mengucapkan sayonara. (smpt)

Pengukuhan Badan Pengurus


Gambar: Apex.aero

Lite, BlogOMKL. Pengukuhan badan pengurus OMK Paroki Lite berlangsung hari ini, tepat di hari peringatan Pembabtisan Yesus. Semuanya. Pengurus inti, seksi-seksi (dua orang tiap seksi), dan kordinator dari ke-6 wilayah.
Serimonial dipimpin pastor moderator di sela-sela perayaan natal bersama. Mewakili badan pengurus, Asrin (Ketua), Anna Helan (Sekretaris) dan Merry (Bendahara)  mendapat penumpangan tangan dari romo.

Pentingnya Berorganisasi
Sambutan dari romo moderator saat acara kebersamaan menekankan tentang pentingnya orang muda untuk aktif berorganisasi. Menurut romo, teman2 maupun bapak serta ibu2 yang kini menjadi wakil rakyat pun dulunya aktif berorganisasi.
Kemampuan memimpin, katanya, tidak dilatih di sekolah-sekolah. “Sekolah memang mengajarkan ilmu memimpin, tetapi kesempatan untuk mempraktikkan ilmu memimpin adalah di organisasi.”
Mengutip refleksi pastoral keuskupan Larantuka, romo mengungkapkan bahwa orang muda Katolik saat ini sulit untuk berkumpul. Orang muda lebih senang membangun kebersamaan yang lebih kecil, dan enggan membangun kepribadian baik di organisasi masyarakat, maupun di organisasi gerejani.
Menyikapi ini, Keuskupan Larantuka mengharapkan supaya para pastor paroki dan pastor moderator berusaha untuk mengumpulkan orang muda ke dalam mudika yang kemudian diganti dengan OMK. Ini adalah salah satu sikap dalam karya pastoral yang masuk dalam program keuskupan Larantuka.

Menjadi Lebih Mampu
Menurut romo Flumen, orang muda selama ini mendapat embel-embel hitam. Mereka dianggap kurang mampu, suka hura-hura, tukang kacau, tukang rusuh, tukang mabuk. Tetapi dengan berhimpunnya orang muda pada kesempatan ini menunjukkan sisi lain. Bagi romo, orang muda punya banyak kemampuan seperti yang sudah ditunjukkan maupun yang belum nampak.
“Meski banyak orang yang mengatakan banyak nilai sudah tergeser dan tergusur, kita temui hari ini bahwa orang muda masih memiliki budaya dan budaya telah menjadi milik mereka. Orang muda menunjukkan penampilan yang luar biasa dalam hal budaya.”
Baginya, orang muda santu Yoseph Lite dipandang dengan ungkapan ‘rupa-rupa karunia tetapi satu roh’. OMK punya potensi untuk jadi satu kekuatan yang mengubah. Orang orang muda Katolik adalah kumpulan orang orang muda yang sangat energik, sangat potensial, menjadi satu kekuatan kalau dikumpulkan dan mampu dipersatukan sebagai saudara.

Dukungan Bagi Orang Muda
Di hadapan peserta dan undangan, romo juga menekankan pentingnya pendidikan untuk generasi muda. Dengan pendidikan, ungkapnya, masyarakat akan mendapatkan manusia cerdas dan berilmu.  Maka sekolah dan pendidikan harus menjadi skala prioritas.
Romo pun mengajak semua tokoh untuk menggalang persatuan menuntun OMK agar jadi orang muda yang punya kepribadian dan punya masa depan. Begitu pula, OMK mesti diyakinkan bahwa potensi mereka  akan dibina kalau mau masuk dalam organisasi.
Sementara itu, sambutan dari DPP mengungkapkan bahwa kordinasi dengan antara OMK paroki dan DPP belum berjalan baik sehingga ke depannya mesti diperhatikan. (smpt)

Selasa, 19 November 2013

Evaluasi Kegiatan OMK Lite



Lite, BlogOMKL. Minggu siang (10/11) kru LASKRIS OMK Lite kembali bertemu di pastoran. Mau omong2 apa lagi kalau bukan evaluasi kegiatan temu  akbar OMK barusan.
Romo moderator yang lebih dulu membuka: “evaluasi ini akan jadi pegangan bagi kami untuk disampaikan ke panitia, terlebih bagi tim pastor untuk disikapi pada kegiatan yang serupa di masa mendatang.” Kegiatan temu akbar OMK se-keuskupan memang akan berlangsung lagi tiga tahun mendatang. Begitu menurut info dari pihak terkait.
Banyak juga masukkan yang terhimpun di buku catatan romo moderator. Maklum, peserta temu akbar orangnya vokal2 juga nih. Tapi supaya skali mendayung dua tiga pulau terlampaui, kesempatan tersebut dimanfaatkan juga untuk membicarakan kepengurusan OMK paroki. Dari peserta yang ada, disusun seksi-seksi dalam kepengurusan. Ditambah lagi dengan menegaskan keberadaan korwil (koordinator wilayah) yang sebelumnya sudah bekerja menginventarisir keberadaan OMK stasi di wilayah masing2.
Dalam pertemuan yang dipandu ketua OMK tersebut, dibicarakan juga tentang kegiatan yang nantinya akan dilangsungkan dengan melibatkan OMK dari seluruh stasi di paroki Lite. Yah, supaya lebih kompak, perlu juga diadakan kegiatan bersama.
Moga sukses saja dengan semua rencana2 kita. Tentu atas restu dari Tuhan dan lewotana. (smpt)